Belakangan ini, masuk awal th. ketertarikan petani menanam cabai sungguh sangat tinggi sekali. Tetapi seperti pada th. pada awal mulanya, masih tetap ada masalah, satu diantaranya bunga cabai rontok. “Bagaimana pemecahannya? ”.
Tetapi pertanyaan itu kurang pas menurut gw. Saat sebelum menjawab bagaimanakah pemecahannya? Kita mesti tahu apa pemicu dari bunga cabai rontok. Hal semacam ini kembali mengingatkan pada kita bahwa menanam cabai ini beberapa sulit mudah.
Terkadang telah memahami teori serta pengalaman pada awal mulanya, tetapi lantaran rasa cemas yang menempa pada akhirnya jadi bingung sendiri deh, lupa pada akar permasalahan kenapa bunga cabai itu rontok.
1. Umumnya Nitrogen
Masuk saat pembungaan, keperluan N (Nitrogen) condong alami penurunan. Hal semacam ini karena Nitrogen diperlukan banyak ketika fase perkembangan, pembentukan cabang serta ranting tanaman.
Kerapkali, ada saja petani yang berikan pupuk N terlalu berlebih seperti Urea atau pupuk N tinggi pada tanaman cabai yang tengah berbunga. Selang beberapa saat bunga cabainya banyak yang rontok.
Pada keadaan itu, baiknya hentikan pemakaian pupuk N tinggi, mulai terapkan pupuk Kalsium, Boron dan Kalium supaya tangkai bunga lebih kokoh serta tak gampang rontok.
2. Serangan Hama Trips
Hama trips yaitu hama yang sangatlah “setia” menyerang tanaman cabai terlebih pada ujung daun muda serta bunga. Ujung daun yang cling serta mulus yaitu satu diantara sinyal bahwa tanaman cabai anda sehat serta aman dari serangan trips.
Kehadiran hama trips pada bunga cabai kenyataannya tidak dapat dikira mata sebelah, terlebih bila populasinya melebihi ambang batas ekonomi.
Di ketahui juga nyatanya trips juga sukai menghisap cairan pada bunga cabai, nah inilah penyebab kenapa bunga cabai jadi rontok. Untuk menangani permasalahan itu lebih dahulu anda harus mensterilkan tanaman anda dari hama trips.
Terkecuali lantaran serangan hama trips, bunga cabai pada tanaman yang diserang virus (gemini atau mosaik) juga gampang rontok. Hal semacam ini disangka disebabkan metabolisme dalam daun terganggu disebabkan serangan virus itu.
3. Kekeringan
Kekeringan adalah tanda-tanda tanaman yang alami kekurangan air. Umumnya berlangsung pada musim kemarau di mana persediaan air menyusut. Umumnya tanaman yang alami kekurangan air daunnya menggulung ke atas.
Waktu kekeringan, perubahan tanaman jadi terhalang. Bila kekeringan berlangsung waktu saat pembungaan jadi bunga gampang sekali rontok. Bila ketika pembentukan buah jadi buah jadi tak bobot.
Mengatasinya dengan melakukan perbaikan system irigasi atau pengairan, hingga keperluan air pada semasing fase perkembangan terpenuhi.
4. Overdosis Pestisida
Aplikasi pestisida terlebih kimia mesti berdasar pada panduan, terutama dosis. Kerapkali petani aplikasi pestisida terlalu berlebih hingga mengakibatkan tanda-tanda overdosis.
Tanda-tanda overdosis diperlihatkan dengan ujung daun (pupus) tanaman yang terbakar. Untuk menghindar supaya tak overdosis, manfaatkanlah dosis saran paling minimum, bila masih tetap belum efisien naikkan sedikit untuk sedikit sampai hingga dosis yang cocok.
5. Aplikasi ZPT Berlebihan
ZPT atau Zat Pengatur Tumbuh (PGR) memiliki manfaat untuk merangsang tanaman supaya gampang berbunga, diluar musim sekalipun. Umumnya petani cabai menggunakan ZPT Giberelin untuk merangsang timbulnya pembungaan yang serentak.
Tetapi butuh di perhatikan supaya aplikasinya berdasar pada dosis saran serta tak terlalu berlebih. Walaupun berperan untuk meningkatkan pembungaan, jika terlalu berlebih malah bikin bunga cabai rontok.
Serta lantaran bunga cabai rontok dikarenakan segi budidaya jadi langkah menghindar, menangani bunga cabai rontok pasti melakukan perbaikan dahulu tehnik budidayanya.
Bila ada peristiwa bunga cabai anda rontok, cobalah analisis serta ingat-ingat, kurang lebih mana pemicunya. Bila telah tau pemicunya tinggal anda ambillah langkah pemecahannya. Perlahan-lahan tetapi tentu tanaman cabai anda bakal sembuh kembali.
Mudah-mudahan berguna!
Tetapi pertanyaan itu kurang pas menurut gw. Saat sebelum menjawab bagaimanakah pemecahannya? Kita mesti tahu apa pemicu dari bunga cabai rontok. Hal semacam ini kembali mengingatkan pada kita bahwa menanam cabai ini beberapa sulit mudah.
Terkadang telah memahami teori serta pengalaman pada awal mulanya, tetapi lantaran rasa cemas yang menempa pada akhirnya jadi bingung sendiri deh, lupa pada akar permasalahan kenapa bunga cabai itu rontok.
1. Umumnya Nitrogen
Masuk saat pembungaan, keperluan N (Nitrogen) condong alami penurunan. Hal semacam ini karena Nitrogen diperlukan banyak ketika fase perkembangan, pembentukan cabang serta ranting tanaman.
Kerapkali, ada saja petani yang berikan pupuk N terlalu berlebih seperti Urea atau pupuk N tinggi pada tanaman cabai yang tengah berbunga. Selang beberapa saat bunga cabainya banyak yang rontok.
Pada keadaan itu, baiknya hentikan pemakaian pupuk N tinggi, mulai terapkan pupuk Kalsium, Boron dan Kalium supaya tangkai bunga lebih kokoh serta tak gampang rontok.
2. Serangan Hama Trips
Hama trips yaitu hama yang sangatlah “setia” menyerang tanaman cabai terlebih pada ujung daun muda serta bunga. Ujung daun yang cling serta mulus yaitu satu diantara sinyal bahwa tanaman cabai anda sehat serta aman dari serangan trips.
Kehadiran hama trips pada bunga cabai kenyataannya tidak dapat dikira mata sebelah, terlebih bila populasinya melebihi ambang batas ekonomi.
Di ketahui juga nyatanya trips juga sukai menghisap cairan pada bunga cabai, nah inilah penyebab kenapa bunga cabai jadi rontok. Untuk menangani permasalahan itu lebih dahulu anda harus mensterilkan tanaman anda dari hama trips.
Terkecuali lantaran serangan hama trips, bunga cabai pada tanaman yang diserang virus (gemini atau mosaik) juga gampang rontok. Hal semacam ini disangka disebabkan metabolisme dalam daun terganggu disebabkan serangan virus itu.
3. Kekeringan
Kekeringan adalah tanda-tanda tanaman yang alami kekurangan air. Umumnya berlangsung pada musim kemarau di mana persediaan air menyusut. Umumnya tanaman yang alami kekurangan air daunnya menggulung ke atas.
Waktu kekeringan, perubahan tanaman jadi terhalang. Bila kekeringan berlangsung waktu saat pembungaan jadi bunga gampang sekali rontok. Bila ketika pembentukan buah jadi buah jadi tak bobot.
Mengatasinya dengan melakukan perbaikan system irigasi atau pengairan, hingga keperluan air pada semasing fase perkembangan terpenuhi.
4. Overdosis Pestisida
Aplikasi pestisida terlebih kimia mesti berdasar pada panduan, terutama dosis. Kerapkali petani aplikasi pestisida terlalu berlebih hingga mengakibatkan tanda-tanda overdosis.
Tanda-tanda overdosis diperlihatkan dengan ujung daun (pupus) tanaman yang terbakar. Untuk menghindar supaya tak overdosis, manfaatkanlah dosis saran paling minimum, bila masih tetap belum efisien naikkan sedikit untuk sedikit sampai hingga dosis yang cocok.
5. Aplikasi ZPT Berlebihan
ZPT atau Zat Pengatur Tumbuh (PGR) memiliki manfaat untuk merangsang tanaman supaya gampang berbunga, diluar musim sekalipun. Umumnya petani cabai menggunakan ZPT Giberelin untuk merangsang timbulnya pembungaan yang serentak.
Tetapi butuh di perhatikan supaya aplikasinya berdasar pada dosis saran serta tak terlalu berlebih. Walaupun berperan untuk meningkatkan pembungaan, jika terlalu berlebih malah bikin bunga cabai rontok.
Serta lantaran bunga cabai rontok dikarenakan segi budidaya jadi langkah menghindar, menangani bunga cabai rontok pasti melakukan perbaikan dahulu tehnik budidayanya.
Bila ada peristiwa bunga cabai anda rontok, cobalah analisis serta ingat-ingat, kurang lebih mana pemicunya. Bila telah tau pemicunya tinggal anda ambillah langkah pemecahannya. Perlahan-lahan tetapi tentu tanaman cabai anda bakal sembuh kembali.
Mudah-mudahan berguna!
Comments
Post a Comment